Assembly, Bahasa Pemrograman Zaman Purba


Salah satu bahasa pemrograman terdini adalah bahasa assembly, di mana
pemrogram membuat programnya dengan menuliskan instruksi- instruksi prosesor
tertentu (biasa disebut low level programming). Karena segala seluk-beluk program
berada 100% di tangan pemrogram, maka pemrogram yang handal mampu menciptakan
program yang efisiensi dan kecepatannya sangat tinggi.
Ada beberapa kelemahan yang dimiliki bahasa assembly. Keharusan untuk bermain
langsung dengan instruksi prosesor, alamat-alamat memori, dan hardware-hardware lain
menyebabkan bahasa ini susah dipelajari dan dipakai. Kelemahan lain dari bahasa
assembly adalah produktifitas pemrogram yang sangat rendah dan susahnya mengelola
program berskala menengah ke atas. Untuk melakukan hal yang paling sederhana
sekalipun diperlukan berbaris-baris kode dalam bahasa assembly. Semakin besar ukuran
program kita, kesulitan untuk mengelolanya akan meningkat secara eksponen. Karena
itulah muncul bahasa-bahasa pemrograman lain yang tingkat abstraksinya lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s