Hidup ini betapapun canggihnya, akhirnya kembali pada hati juga.


Tahun 2040, di negeri Paman Sam, satu Januari, berkumpul ber puluh ribu orang, menyaksikan peluncuran robot paling canggih yang pernah ada, hasil kerjasama sembilan negara maju, digarap seratus ilmuwan paling kondang di bumi ini.

Robot yang bisa memantau bumi dengan terbang mengelilinginya, bisa melaporkan adanya tsunami sebelum itu terjadi, bisa memadamkan kebakaran hutan dengan semburan mulutnya, bisa menolong kapal yang akan tenggelam. Serba sakti, dengan otak genius sebilan puluh kali Einstein dan kehebatan tujuh kali Superman.

Jam sebelas, peluncuran ditandai sorak sorai rakyat dan pidato menjemukan dari petinggi negara. Siap, dan tombol ditekan untuk tanda resmi peristiwa bersejarah. Robot meluncur keatas, dan….. terhempas kembali kebumi….. Ilmuwan memeriksa apa yang salah, semua sempurna, dan peluncuran diulang pada jam tiga belas, dan sama saja hasilnya, diulang lagi jam lima belas, dan kembali terhempas…. Peluncuran terakhir akan dilakukan jam tujuh belas, bila gagal lagi, maka akan dibatalkan peluncuran itu.

Pukul tujuh belas kurang dua menit, seorang anak kecil berlari kearah Robot dan melompat dipunggungnya, dan berkata, “Aku ikut, aku akan memandumu. “ 

Dan Robot bersama anak kecil pun melompat terbang. Ahh… sukses, terbang bersama sama dengan sukses. Peluncuran yang berhasil dengan sempurna. Beratus ribu rakyat melihat, beratus juta pasang mata menyaksikan dilayar telivisinya, dan semua bersorak bergembira atas suksesnya peluncuran tersebut. Ternyata betapapun cerdas dan hebatnya sebuah teknologi, tetap saja membutuhkan jantung dan hati manusia untuk memandunya. 

Hidup ini betapapun canggihnya, akhirnya kembali pada hati juga. Setelah semua iPad, Galaxy, dan seribu gadget, setelah teknologi dan kemajuan jaman, kita kembali ke akar kita: hati manusia biasa.

*Tanadi Santoso (Re-Post, 12 may 2013)
(Ditulis di bandara Jogja, bersama roti bakar dan kapucino, 8 May 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s